SELAMAT DATANG

2 03 2010

LOGO DEPAGAssalamu’alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah, Blog Kantor Urusan Agama Kecamatan Wirosari telah di-upload. Kami sadar bahwa Blog ini masih jauh dari harapan.

Akan tetapi Berkenaan dengan perkembangan era digital dan komputerisasi melalui Blog ini kami berusaha menyuguhkan informasi sebagai wujud pelayanan kepada masyarakat umum. Sehingga masyarakat akan mendapatkan informasi secara cepat, tepat dan akurat.

Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkenan membantu terwujudnya Blog Kantor Urusan Agama Kecamatan Wirosari, semoga Allah Azza wa Jalla senantiasa melimpahkan rahmat, taufiq dan hidayah-Nya kepada kita semua.

Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokaatuh.





WETON KAWIN

11 03 2009
Bus jurusan Semarang- Blora itu melaju dengan sangat kencang, membuat angin besar saat aku berpapasan dengannya, hampir saja aku terjatuh terhempas di sungai kecil pinggir jalan, sepeda motorku oleng, masih beruntung aku dapat menguasai keadaan. Sementara orang-orang hanya memandangku dengan sorot mata kasihan, membuat aku jadi kikuk dan malu. Kaca depan bus bagian atas yang bertuliskan Jaka Tua seakan menyindirku, semakin membuatku kesal dan mengumpat dalam hati. Astagfirullah al adzim………cepat aku ucapkan lirih.
Betapa tidak kesal, julukan Jaka Tua itulah yang senantiasa kudengar dari orang-orang sekitar, mereka meledek dan mengolok-ngolokku karena sampai umur tiga puluh lima tahun ini, aku belum menikah, umur yang terlalu tua untuk ukuran pemuda lajang di kampungku. Teman sebayaku sebagian besar sudah menikah, bahkan mempunyai anak. Parno misalnya, dia sudah mempunyai dua anak, bahkan Damin yang sangat pemalu itu sekarang sudah mempunyai momongan tiga. Aku harus sering bersabar menerima ledekan mereka. “Bi, Rebi…sebenarnya kamu “bisa” nggak sih, kok nggak segera menikah ?” ledek Parno pada suatu hari. “Bisa bagaimana ?” tanyaku tidak mengerti. “Lha ya bisa itu….tu….” kata Parno sambil tertawa kecil. “Itu apanya…?”aku semakin tidak mengerti dan mulai sedikit kesal. “Sudahlah Parno, kamu jangan mengganggu Rebi terus, dia tidak akan mengerti, maklum aja, sudah kasep.., Jaka Tua….!” kata Kasim yang lagaknya membelaku tetapi justru membuatku semakin kesal. Pihak keluargakupun galau dengan status lajangku. “Makanya Bi, jangan pilah-pilih, cepatlah menikah !”, demikian desakan Pa De Marto setiap kali aku bersilaturahmi. Baca entri selengkapnya »




SOLUSI ATASI DAMPAK PERCERAIAN PADA ANAK

11 03 2009
Akad pernikahan dalam ajaran agama Islam sedari awal dibangun sebagai ikatan langgeng dan suci yang harus dipertahankan dan dipegang dengan teguh, Karena itu, bangunan rumah tangga yang sakinah mawaddah dan rahmah, sebuah suasana keluarga yang penuh  kedamaian, kasih sayang, cinta, sejahtera dan harmonis adalah tujuan utama yang sejak awal didambakan, dan senantiasi dipelihara dan selalu diupayakan untuk terwujud. Allah SWT menyebut ikatan pernikahan sebagai ikatan dan perjanjian yang amat kukuh (mitsaqan ghalizhan), jika setiapkali ada upaya untuk meremehkan atau melemahkan janji pernikahan yang suci itu, apalagi memutuskannya, akan dibenci oleh Allah sebagaimana sabda Rasul, “Sesuatu yang (pada dasarnya) halal tetapi sangat dibenci (atau paling tidak dibenci) Allah adalah talak (perceraian)” (HR. Abu Daud dan Al-Hakim). Dalam pandangan nabi, merusak ikatan suci pernikahan tak lebih melakukan pelanggaran yang serius karena mengundang  kebencian Allah. Bahkan orang seperti itu dianggap tak lagi berhak mendapatkan kemuliaan. Dalam salah satu hadits, nabi bersabda, “Tidak termasuk golongan kami, siapa-siapa yang berupaya merusak hubungan mesra (atau kasih sayang) seorang istri terhadap suaminya.” (HR. Abu Daud dan Nasa`i) Baca entri selengkapnya »




KELOLA CEMBURU DALAM MENGGAPAI KELUARGA SAMARA

11 03 2009
Rumah tangga yang sakinah  mawaddah dan rahmah (samara) merupakan dambaan setiap insan, baik bagi  yang belum memasuki jenjang pernikahan maupun bagi yang tengah menapakinya. Mendirikan rumah tangga samara bukanlah pekerjaan yang ringan, karena di dalamnya diperlukan usaha sungguh-sungguh, pengorbanan yang tinggi, saling memahami antara suami istri, dan sikap ikhlas dalam menerima kelemahan masing-masing.  Dalam realitas kehidupan suami istri menunjukkan  ada banyak biduk yang karam dihempas gelombang, ada banyak insan yang harus melepas impian “baiti jannati” rumahku surgaku. Tak ada lagi manisnya madu pernikahan, yang tersisa hanya empedu dan kegetiran, rumah tangga yang mengalami kebekuan, kurang harmonis dan tidak sehat..Problem dalam berumah tangga merupakan sebuah suratan taqdir yang mesti ada dan terjadi. Salah satu problem dalam rumah tangga adalah hadirnya perasaan cemburu di antara pasangan suami istri. Perasaan cemburu adalah ketidaksukaan bergabungnya orang lain pada haknya. Sesungguhnya perasaan cemburu adalah tabiat yang alami, merupakan fitrah yang tercipta pada diri setiap manusia, sesuai dengan tabiat manusiawi yang dipupuk dengan nilai-nilai keimanan. Ia berfungsi sebagai penjaga kemuliaan dan kehormatan manusia. .Jika ada manusia yang tidak memiliki rasa cemburu,maka ia telah kehilangan fitrah dan nuraninya. Barangsiapa mengabaikan sifat cemburu yang bisa lebih menguatkan hubungan cinta di antara suami isteri, maka ia hidup dengan hati yang rusak dan melenceng dari fitrahnya. Suami yang mengabaikan rasa cemburu  dikatakan sebagai dayyuts, yang diancam oleh Rasulullah SAW ““Tiga golongan manusia yang Allah Tabaraka wa Ta’ala mengharamkan surga bagi mereka, yaitu pecandu khamr, orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, dan dayyuts yang membiarkan kefasikan dan kefajiran dalam keluarganya .” HR. an-Nasa’i, Ahmad, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban. Pengertian dayyuts sendiri adalah seorang lelaki/suami yang tidak memiliki kecemburuan terhadap keluarga/istrinya. Karena tidak ada rasa cemburu tersebut, ia membiarkan perbuatan keji terjadi di tengah keluarganya. Mereka merupakan pria yang tidak memiliki rasa cemburu, yang tidak pantas untuk mendapatkan kenikmatan Allah subhanahu wata`ala kelak di hari kiamat. Padahal mereka seharusnya justeru menjaga dan menyelamatkan wanita-wanita mereka dari lembah kenistaan, dan mengajarkan syariat-syariat Allah subhanahu wata`la yang dapat menyelamatkan mereka dari kesesatan. Baca entri selengkapnya »




KOMUNIKASI NILAI MORAL KEPADA ANAK

11 03 2009

Anak merupakan aset keluarga yang sangat penting yang harus dijaga dan diasuh dengan baik, anak juga bagian dari anugerah sekaligus amanat yang paling berharga dalam kehidupan, suasana rumah tangga menjadi semarak dan indah lantaran kehadiran anak. Tawa dan canda  serta tangis anak bisa meluruhkan jiwa orang tua yang lelah dan letih karena seharian bekerja. Anak itu manusia masa depan yang secara potensial akan menyelenggarakan kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.

Anak juga dapat berperan sebagai perhiasan selain harta benda (QS 18:46). Harta dan anak-anak  merupakan perhiasan kehidupan dunia. Semua orang ingin mendapatkan perhiasan yang menarik, menyenangkan dan berharga. Harapan orang tua pada anak, mereka  dapat memberikan hiburan, menjadikan orang tua terhormat dan menjadi tumpuan kesejahteraan hidup orang tua, orang tua merasa bangga dan mendapatkan kesejahteraan luar biasa bila anaknya sukses lahir batin. Baca entri selengkapnya »





PEMBERITAHUAN KEHENDAK NIKAH

3 03 2009

PPN, Pembantu PPN ataupun BP4 dalam memberikan penasihatan dan bimbingan hendaknya mendorong kepada masyarakat dalam merencanakan perkawinan agar melakukan persiapan pendahuluan sebagai berikut.

  1. Masing-masing calon mempelai saling mengadakan penelitian tentang apakah mereka saling cinta/setuju dan apakah kedua orang tua mereka menyetujui/merestuinya. Ini erat hubungannya dengan surat-surat persetujuan kedua calon mempelai dan surat izin orang tua, surat – surat tersebut tidak hanya formalitas saja.
  2. Masing-masing berusaha meneliti apakah ada halangan perka¬winan, baik menurut hukum munakahat maupun menurut peraturan perundang – undangan yang berlaku. Hal ini untuk mencegah terjadinya penolakan atau pembatalan perkawinan.
  3. Calon mempelai supaya mempelajari ilmu pengetahuan tentang rumah tangga, hak dan kewajiban suami istri dan lain-lain sebagainya.
  4. Dalam rangka meningkatkan kualitas keturunan yang akan dilahirkan, calon mempelai supaya memeriksakan kesehatannya dan kepada calon mempelai wanita diberikan suntikan imunisasi tetanus toxoid.

Setelah persiapan pendahuluan dilakukan secara matang maka orang yang hendak menikah memberitahukan kehendaknya kepada PPN/Pembantu PPN yang mewilayahi tempat akan dilangsung¬kannya akad nikah, sekurang-kurangnya sepuluh hari-kerja sebelum akad nikah dilangsungkan.

Pemberitahuan kehendak nikah dapat dilakukan oleh calon mempelai atau orang tua atau wakilnya dengan membawa surat¬surat yang diperlukan :

  1. Surat persetujuan calon mempelai,
  2. Akta kelahiran atau surat kenal lahir atau surat keterangan asal usul. (akta kelahiran atau surat kenal lahir hanya untuk diperlihatkan dan dicocokkan dengan surat-surat lainnya. Untuk keperluan administrasi, yang bersangkutan menyerahkan salinan/foto¬kopinya).
  3. Surat keterangan tentang orang tua..
  4. Surat keterangan untuk nikah (Model N1).
  5. Surat izin kawin bagi calon mempelai anggota ABRI.
  6. Akta Cerai Talak / Cerai Gugat atau Kutipan Buku Pendaftaran Talak/Cerai jika calon mempelai seorang janda/duda.
  7. Surat keterangan kematian suami/istri yang dibuat oleh kepala desa yang mewilayahi tempat tinggal atau tempat matinya suami/ istri menurut contoh model N6, jika calon mempelai seorang janda/duda karena kematian suami/istri .
  8. Surat Izin dan dispensasi, bagi calon mempelai yang belum mencapai umur menurut ketentuan Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 pasal 6 ayat (2) s/d 6 dan pasal 7 ayat (2).
  9. Surat dispensasi Camat bagi pernikahan yang akan dilangsungkan kurang dari 10 hari kerja sejak pengumuman.
  10. Surat keterangan tidak mampu dari kepala desanya bagi mereka yang tidak mampu.

Pembantu PPN (di Jawa) yang mewilayahi tempat tinggal calon istri mencatat dengan teliti kehendak nikah dalam buku Pembantu PPN menurut contoh model N 10, dan selanjutnya dengan diantar Pembantu PPN tersebut yang bersangkutan memberitahukan kehendaknya kepada PPN dengan membawa surat yang diperlukan.

PPN/Pembantu PPN (di luar Jawa dan Madura) yang menerima pemberitahuan kehendak nikah meneliti dan memeriksa calon suami, calon istri dan wali nikah tentang ada atau tidak adanya halangan pernikahan, baik dari segi hukum munahakat maupun dari segi peraturan perundang-undangan tentang perkawinan.





PEMERIKSAAN NIKAH

3 03 2009

Pemeriksaan terhadap calon suami, calon istri dan wali nikah sebaiknya dilakukan secara bersama-sama tetapi tidak ada hala¬ngannya jika pemeriksaan itu dilakukan sendiri-sendiri. Bahkan dalam keadaan yang meragukan, perlu dilakukan pemeriksaan sendiri¬ sendiri. Pemeriksaan dianggap selesai apabila ketiga-tiganya selesai diperiksa secara benar.

Apabila pemeriksaan calon suami istri dan wali itu terpaksa dilakukan pada hari-hari yang berlainan, maka kecuali pemeriksaan pada hari pertama, di bawah kolom tanda tangan yang diperiksa ditulis tanggal dan hari pemeriksaan.

a. Nikah diawasi oleh PPN

  1. Pemeriksaan ditulis dalam Daftar pemeriksaan Nikah (Model NB ).
  2. Masing-masing calon suami, calon istri dan wali nikah mengisi ruang II, III dan IV dalam daftar pemeriksaan nikah dan ruang lainnya diisi oleh PPN.
  3. Dibaca dan di mana perlu diterjemahkan ke dalam bahasa yang dimengerti oleh yang bersangkutan.
  4. Setelah dibaca kemudian ditandatangani oleh yang diperiksa. Kalau tidak bisa membubuhkan tanda tangan dapat diganti dengan cap ibu jari tangan kiri.
  5. Untuk tertibnya administrasi dan memudahkan ingatan, PPN membuat buku yang diberi nama “Catatan Pemeriksaan Nikah” dan kolomnya sebagai berikut.
  6. Pada ujung model NB sebelah kiri atas diberi nomor yang sama dengan nomor urut buku di atas dan kode desa serta tahun. Contoh 16/7/1991 angka 16 adalah angka urut pemeriksaan dalam tahun itu, angka 7 adalah kode desa tempat dilangsungkan pernikahan dan 1991 adalah tahun pelaksanaan pemeriksaan.
  7. PPN mengumumkan Kehendak nikah.

b. Nikah diawasi oleh Pembantu PPN (di luar Jawa dan Madura)

  1. Pemeriksaan ditulis dalam Daftar Pemeriksaan Nikah (model NB) rangkap dua.
  2. Masing-masing calon suami, calon istri dan wali nikah mengisi uang II, III dan IV dalam Daftar Pemeriksaan Nikah dan ruang lainnya diisi oleh Pembantu PPN.
  3. Dibaca dan di mana perlu diterjemahkan ke dalam bahasa yang dimengerti oleh yang bersangkutan.
  4. Setelah dibaca kemudian kedua lembar model NB di atas ditandatangani oleh yang diperiksa dan Pembantu PPN yang memeriksa. Kalau tidak bisa membubuhkan tanda tangan dapat diganti dengan cap ibu jari tangan kiri.
  5. Untuk tertibnya administrasi dan memudahkan ingatan, Pembantu PPN mencatat dalam buku yang diberi kolom.
  6. Pada ujung Model NB sebelah kiri atas diberi nomor yang sama dengan nomor urut buku.
  7. Pembantu PPN mengumumkan kehendak nikah.
  8. Surat-surat yang diperlukan dikumpulkan menjadi satu dengan model NB dan disimpan dalam sebuah map.
  9. Setelah lewat masa pengumuman dan akad nikah telah dilangsungkan, maka nikah itu dicatat dalam halaman 4 model NB. Kemudian dibaca di hadapan suami, istri, wali nikah dan saksi-saksi, selanjutnya ditanda tangani. Tanda tangan itu dibubuhkan pada kedua lembar model NB.
  10. Selambat-lambatnya 15 hari setelah hari akad nikah satu lembar model NB yang dilampiri surat-surat yang diperlukan dikirimkan kepada PPN yang bersangkutan beserta biayanya.
  11. PPN yang menerima model NB dari Pembantu PPN memeriksa dengan teliti, kemudian mencatat dalam Akta Nikah dan menandatangani. Kemudian PPN membuat Kutipan Akta Nikah selanjutnya diberikan kepada Pembantu PPN untuk disampaikan kepada suami dan istri.